Hari Jumat, tanggal 1 Juli 2011
Seharusnya sejak kemarin saya sudah kembali ke Jogja, tapi untuk berangkat ke stasiun atau cek ketersediaan tiket perjalanan ke Jogja selalu membutuhkan
effort yang luar biasa. Ada rasa malas, hampa, atau bahkan sedih ketika harus meninggalkan Jakarta. Mungkin masalah ini hanya terjadi bagi diri saya sendiri selaku orang yang selalu ingin dekat di tengah-tengah keluarga. Di Jakarta saya lihat kedua orang tua saya yang sudah mulai rapuh tapi masih tetap harus bekerja karena kecintaannya pada keluarganya, di Jakarta saya melihat isteri saya yang sangat sibuk dengan tugas-tugasnya selaku
customer service di sebuah perbankan syariah, di Jakarta saya juga mengetahui kalau isteri saya akan tinggal sendiri di rumah karena Siti akan kembali ke Lampung. Rasaya menunda satu hari atau beberapa hari layak dikorbankan untuk kepuasan batinku. Meskipun yang saya rasakan justru sebaliknya, semakin lama saya berdiam di Jakarta semakin hampa yang kurasa. Beberapa
text book yang sengaja saya bawa dari Jogja pun tidak tersentuh.
Jumat pagi jam 05.00 saya bergegas mandi dan sholat. Sejak kemarin saya sudah beritahu isteri kalau saya harus diantar lebih pagi ke Stasiun Senen karena harus antri tiket penjualan langsung yang mungkin masih bisa mendapatkan tempat duduk. Tapi dari mulai bangun yang jam 05.00 saya mengetahi kalau sayapun masih malas untuk kembali ke Jogja. Tambah lagi isteri yang harus
make up terlebih dahulu, sampailah pada jam 05.30 masih di rumah, padahal jarak waktu antara rumah dan stasiun senen sekitar 45 menit. Motor belum dipanaskan, belum pamitan juga ma ortu dan belum sarapan juga. Rasanya kacau, dari rumah sudah mulai merasa tidak nyaman. Jam 05.45 motor saya pacu, berusaha secepat mungkin dan berhasil sampai stasiun tepat pukul 06.35. Segera saya antri tiket dan di depan loket tiket ada tulisan pengumuman yang bertulisakan "tiket tanpa tempat duduk". O..o..., langsung lemes deh. Seharusnya saya sudah mengetahui sejak awal konsekuensi ini, tapi kenapa juga saya tidak segera merima. Dengan berat hati saya beli tiket tanpa tempat duduk tersebut dan membeli koran untuk antisipasi duduk di
border kereta. Jadi inget masa kuliah di fakultas hukum sekitar 14 tahun silam. Dulu saya tidak peduli dapat tiket atau tidak dapat tiket, dapat tempat duduk atau tidak dapat tempat duduk, ga ada kamus harus ngantri tiket jauh-jauh hari sebelum hari H, yang penting beli koran untuk tidur di sela-sela bangku, itu sudah sangat nikmat. Tapi kenikmatan itu tidak bisa saya rasakan sekarang. Mungkin kendala terbesar orang yang terbiasa hidup enak adalah merasakan kesusahan dan kepayahan, atau mungkin saya sekarang menjadi orang yang kurang sabar dan berserah atau bahkan sekarang saya menjelma menjadi orang yang sulit menerima kenyataan dan berada dalam kehidupan sempurnanya keinginan. Astaghfirullah...
Saya melihat Stasiun Senen yang padat dengan
travelers. Hal itu sangat wajar, bulan Juli kan bulan liburan siswa SD s.d mahasiswa Perguruan Tinggi. Saya ikut mengantri dan berdesakan memasuki kereta. Dari kejauhan saya melihat beberapa orang yang membeli tiker, mungkin nasibnya sama seperti saya dan ternyata benar. Mereka orang-orang yang tidak mendapatkan tempat duduk. Setelah menaruh tas, dan menggelar tiker di
border, kami langsung duduk di atas tiker tersebut. Mudahnya saya duduk di atas tiker spontan membuat saya ingat pada satu hal, HP Samsung SGH i780 yang saya taruh di saku celana depan saya. Harusnya ketika duduk ada yang terasa mengganjal, ini sepertinya tidak ada, langsung saya periksa seluruh saku celana saya, dan ternyata memang HP saya sudah berpindah tangan. Baru kali ini saya tidak merasakan sama sekali kalau diri saya di copet, biasanya baru melihat muka saja saya sudah bisa merasakan orang-orang yang punya niat tidak baik alias copet. Delapan jam di kereta tanpa alat komunikasi rasanya berat, mungkin saya termasuk orang yang sudah kecanduan HP dan ini merupakan teguran dari Allah.

Selamat tinggal HP Samsung SGH i780, selamat jalan
Pocket PC. Semoga di pengguna mu yang baru kau lebih dioptimalkan...
Jumat, Juli 01, 2011 |
Category:
My Experience
|