Minggu, 19 Juni 2011, tepat jam 8.30 pagi. Biasanya hari minggu seperti ini saya bangun lebih awal, karena akan jalan-jalan di sekitar Graha Saba dan berlari kecil hingga keringat meleleh. Sehabis itu, semua bergegas menuju pasar kaget di seberang Masjid Kampus UGM tanpa harus diberi aba-aba. Dalam waktu yang relatif singkat jalan penghubung UGM dengan UNY ini dipadati oleh tumpah ruah pedagang dan pembeli kagetan, kami menyebutnya Sunmor, singkatan dari Sunday Morning di UGM. Tapi pagi ini serasa berbeda, saya lebih memilih meneruskan tidur ba'da sholat shubuh dan terbangun tepat jam 8.15. Baca short messege service dari Muna yang bertanya "Bang, jadine pulang (ke Semarang) jam brp?" dan segera bergegas mandi. Sebagaimana janji kemarin dia mau mengantar saya membeli oleh-oleh dan kado untuk menengok saudara yang melahirkan anak kembar baru-baru ini. Di jalan Kaliurang semua terselesaikan.
Sebelum menuju Terminal Jombor tempat PO. Bus Nusantara "ngetem" saya memenuhi janji saya untuk mentraktir Muna di warung baso depan PO. Joglo Semar di Jalan Magelang. Bakso Malang dan Siomaynya luar biasa rasanya, cuma ada dua katagori enak dan uenak sekali. Satu lagi harganya juga relatif murah. Kalau mau dibandingkan dengan siomay-siomay jogja lainnya yang tidak jelas, ada yang digoreng, ada yg seperti cireng, atau bahkan siomay dengan bumbu kacang yang aneh yang sangat biasa dijumpai di Jogja, siomay depan PO. Joglo Semar ini recomended deh.
Sehabis makan, sampai deh di Terminal Jombor, beli tiket dan bis segera meluncur Semarang. Cuma dalam waktu 3.5 jam sampai deh di Semarang. Tapi suasananya sedang sepi, Kak Ruman bersama isteri dan anaknya sedang ke "gunung", Nofal ke Pekalongan, Haekal dan isterinya di Jepara, Umi dan Abah sedang jalan jalan bersama Bulek Nur, yang tertinggal di sini cuma Mbah Khadik, Mbah Umi, Bu Is, Faiq, Lek Yul. Sedikit "cuap-cuap" ditemani sekotak Bakpia Pathok terasa lebih nikmat. Tanpa terasa adzan pun berkumandang terdengar sangat jelas menandakan sudah memasuki waktu ashar. Saatnya istirahat...
Sebelum menuju Terminal Jombor tempat PO. Bus Nusantara "ngetem" saya memenuhi janji saya untuk mentraktir Muna di warung baso depan PO. Joglo Semar di Jalan Magelang. Bakso Malang dan Siomaynya luar biasa rasanya, cuma ada dua katagori enak dan uenak sekali. Satu lagi harganya juga relatif murah. Kalau mau dibandingkan dengan siomay-siomay jogja lainnya yang tidak jelas, ada yang digoreng, ada yg seperti cireng, atau bahkan siomay dengan bumbu kacang yang aneh yang sangat biasa dijumpai di Jogja, siomay depan PO. Joglo Semar ini recomended deh.
Sehabis makan, sampai deh di Terminal Jombor, beli tiket dan bis segera meluncur Semarang. Cuma dalam waktu 3.5 jam sampai deh di Semarang. Tapi suasananya sedang sepi, Kak Ruman bersama isteri dan anaknya sedang ke "gunung", Nofal ke Pekalongan, Haekal dan isterinya di Jepara, Umi dan Abah sedang jalan jalan bersama Bulek Nur, yang tertinggal di sini cuma Mbah Khadik, Mbah Umi, Bu Is, Faiq, Lek Yul. Sedikit "cuap-cuap" ditemani sekotak Bakpia Pathok terasa lebih nikmat. Tanpa terasa adzan pun berkumandang terdengar sangat jelas menandakan sudah memasuki waktu ashar. Saatnya istirahat...
Minggu, Juni 19, 2011 |
Category:
My Experience
|
0
komentar

Comments (0)