Sabtu, tanggal 8 Mei 2010

Setelah membuka pintu, tanpak air masih terlihat menggenang di bebarapa sudut lapangan depan rumah. Sebagaimana biasa, ada wanita tangguh bernama Lena yang sangat tulus mengeringkan air yang masih tersisa untuk kenyamanan orang lain yang melaluinya. Hari demi hari biasa ia mulai dengan membersihkan sampah kemudian membuangnya ke tempat sampah Rt 001 Rw 05 Kebayoran Lama Utara, tapi itu hanya berdasarkan pengamatanku yang kebetulan setiap pagi sesempat mungkin membuka jendela demi sirkulasi. Entah berapa banyak pahala yang sudah dikumpulkan, kadang membuat iri. Apalagi Ketua RT, Bapak Abdul Rozak yang luar biasa. Hampir setiap hari dia menyempatkan diri untuk menyiram tumbuhan, menyapu, dan membakar sampah. Padahal jelas-jelas yang dia lakukan itu untuk kepentingan orang lain. Mungkin karena mereka berdua sudah sampai ke maqom mukhlisin (kedudukan orang-orang yang sudah mencapai ikhlas).

Sedangkan saya, pagi itu hanya menunggu panggilan dari Abdul Rohim, alisas Boim salah satu pengurus Musholla al-Hidayah untuk bekerja bakti membersihkan musholla karena nanti malam akan dipakai untuk kegiatan Maulid Nabi Muhammad saw 1431 H. Ada semangat yang terpancar dari warga kami untuk selalu istiqomah menyelenggarakan maulid dari tahun ke tahun, meskipun harus diakui, warga kami bukanlah orang-orang yang diberikan kelibihan harta. Untuk sekedar mengadakan maulid saja, kami terpaksa mencari donasi dari donatur yang pada umumnya tidak ingin disebutkan namanya. Benar saja, tepat pukul 07.30 Bapak Bali telah mengumumkan dan memanggil seluruh warga Rt 001, khususnya pemuda agar berkumpul di musholla. Saya pun tenggelam ikut membersihkan walaupun hanya 1 jam, karena jam 8.30 saya sudah harus kembali dan bersiap-siap mengantarkan isteri saya, Luluk Arifatul Khorida yang akan ikut test di PT. Sampoerna Tbk di One Pacific Place. Alhamdulillah isteri sangat berantusias untuk mengikutinya, beberapa hari dia mempersiapkan diri dengan berlatih Tes Potensi Akademik (TPA) dan Psikotest. Ada secercah harapan yang dia bangun. Mungkin dia juga bermimpi untuk menjadi salah satu pegawai di perusahaan yang sahamnya sebagian besar telah dibeli oleh Philip Morris.  Sampai Jum'at malam pukul 22.00 pun dia masih terjaga dengan soal-soalnya dan berharap ujian tertulisnya mirip sebagaimana latihan yang dia tekuni. 

One Pacific Place sendiri, terletak di pusat kota, Sudirman Central Business District (SCBD) JL. Jendral Sudirman Kav. 52-53 membuat saya tidak perlu bertanya mengenai seberapa sehat perusahaan tersebut. Elegan, mewah, profesional, dan hangat menjadi kesan saya ketika memasuki gedung tersebut. Petugas security yang tanggap menjadi ciri khas standard operation procedur-nya. Mungkin juga karena bergandengan dengan Ritz Carlton, salah satu hotel bintang 5 yang kadang menjadi sasaran "para teroris". Saya hanya menemaninya selama 10 menit, karena sebentar lagi dia akan menjalani test tertulis yang akan memakan waktu sekitar 120 menit.

Dapat kerja merupakan perpaduan antara kemampuan, kesempatan dan Tangan Allah. Kemampuan yang dibangun dari persiapan yang kita bangun hingga memenuhi standar yang diharapkan. Kesempatan adalah terbukanya peluang sesuai dengan kamampuan yang telah kita persiapkan. Sedangkan Tangan Allah adalah koneksi yang dibangun oleh tangan-tangan tidak terlihat antara penguji dan yang diuji. Adanya kecocokan dan chemistry yang muncul begitu saja, dan itu bukan pekerjaanmu, wahai isteriku. Bagian itu sudah ada yang mengerjakan, kita hanya diminta untuk mempertahankan dengan silaturahim.


Sesampainya di rumah, ada sms "kak, rd kemarin daftarna bag apa??? graduate trainee or sales management trainee". Padahal sudah beberapa hari yang lalu diminta untuk melihat sent gmail-nya, tapi belum juga dilakukan. Kita hanya berusaha, Allah tidak akan melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan. Maka mulailah dengan lebih terencana, cepat dan teliti. Semoga dapat memadukan capabilitas dan integritas secepat mungkin. 


Comments (0)