Pada tahun 2011 saya mendapatkan dukungan (sponsor) untuk melanjutkan kuliah S-2 Magister Akuntansi dengan syarat saya harus kuliah di salah satu Universitas Negeri di Indonesia. Maklumlah beasiswa yang diizinkan oleh Pimpinan Unit Kerja saya adalah beasiswa Dalam Negeri, meskipun sejak semula saya terobsesi untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Lepas dari itu semua, saya merasa bersukur atas segala kesempatan yang diberikan.

Salah satu syarat untuk harus punya score TPA di atas 500. Segeralah saya cari lembaga yang menyelenggarakan TPA. Setelah googling dapat link http://pusbindiklatren.bappenas.go.id/konten.php?nama=Links&op=visit&id=99 tersebut. Isinya Formulir Pendaftaran TPA Individual yang diselenggarakan oleh UUO TPA Koperasi Perencanaan Bappenas yang terletak di Jl. Proklamasi No. 70, Jakarta 10320.

Oh iya, saya ikut tes pada tanggal 20 Pebruari 2011 melalui TPA individual, bagi rekan-rekan yang berminat untuk mengikuti, info di bawah ini akan cukup membantu.

* Hubungi UUO-PT TPA di 021 3911627 fax 021 3911626
* Tempat tes : Gedung diklat Bappenas, Jl. Proklamasi No.70 Jakarta 10320
* Biaya Rp. 250.000,00
* Untuk yang tidak bisa datang langsung untuk mendaftar, uang pendaftaran bisa ditransfer kemudian bukti transfer & biodata (Nama, Ttl, Alamat, No HP & keperluan tes) dikirim melalui fax 021 3911626
* Yang harus dibawa pada saat tes : Forokopi KTP, fotokopi ijazah, 2 lembar foto 3×4 berwarna & bukti transfer asli
* Pendaftaran paling lambat 4 hari sebelum tanggal tes
* Pembatalan bisa dilakukan paling lambat 2 hari sebelum tes, maksudnya untuk reschedule ujian. Kalau tidak dilakukan, maka siap-siap aja uang hangus dan tidak bisa ikut tes pada ujian berikutnya.

Ada 3 sub tes yang diujikan, yaitu:
1. Tes Verbal (90 soal)
2. Tes Kuantitatif / Angka (90 soal)
3. Tes Skolastik / Logika (70 soal)
masing-masing sub tes diberikan waktu 1 jam.

Tip dan trik dari saya
1. Beli buku TPA Yul Iskandar, bentuk soalnya 85% mirip.
2. Latihan Verbal dengan buku-buku TPA, koran dan istilah-istilah ilmiah. Biasanya yang agak telat itu soal verbal dalam bentuk cerita, ceritanya panjaaaaaaaaaaaaaaang.
3. Sub tes kuantitatif harusnya bisa diselesaikan tanpa harus oret-oretan, apalagi masalah deret dan aritmatika. Masalah aljabar yang berbentuk cerita mungkin perlu, tapi lebih baik dikerjakan diakhir saja.
4. Untuk sub tes logika dahulukan spasial (gambar), karena ini lebih mudah dibandingkan dengan logika yang harus menggunakan rumus konjungtif, disjungtif, silogisme, modus tollens dan ponens. Saya sendiri masih belum mengerti banyak mengenai tes logika.
5. Pengawas selalu memberitahukan 10 menit sebelum sub tes berakhir, jadi manfaatkan untuk menebak. Intinya harus diisi semua, karena tidak ada nilai minus kalau salah.

Setelah berakhir tes, maka pengawas memberikan 2 opsi untuk mendapatkan hasil ujian TPA, yaitu:
1. diambil sendiri ke Jl. Proklamasi atau
2. dikirim via pos dengan mencantumkan alamat surat yang jelas setelah tes berakhir.

Hasil TPA saya

Comments (0)