Dipenghujung juni, 2010 sayup-sayup azan maghrib terdengar begitu indah. kala itu saya masih mengendarai motor rx king biru pemberian ayah 6 tahun yang lalu. bulan itu pula motor itu berkeluh kesah kepada saya tentang ban nya yang tidak lagi mulus ketika harus berjalan, tentang rem nya yang tidak lagi pakem ketika mengerem, tentang mesinnya yang tidak lagi halus ketika hidup. saya sadar dan benar-benar sadar, dia adalah mesin yang setia menemani saya mulai dari kali pertama kuliah S-2 di Pascasarjana UI hingga saya terdampar dalam di BPPT. mungkin dia ingin menyampaikan kalau dirinya ingin beristirahat. sayang suara itu terlalu kecil, bahkan mungkin terlalu lirih hingga tak terdengar. kalaupun sampai terdengar, saya pun belum sanggup untuk membeli penggantinya. saya cukup bersukur dengan apapun yang diberikan Allah. semua saya anggap sebagai titipan, maka motor itupun saya perbaiki, hingga dia berjalan nampak lebih bugar meskipun tidak sesehat kali pertama membeli.
adzan maghrib selesai berkumandang, nampak di depan saya ada sebuah bajaj yang berhenti di sebuah taman pakubuwono, saya tidak ambil pusing untuk itu, saya hanya ingin bergegas sampai rumah, istrirahat, sholat maghrib, dan membaca beberapa lembar ayat suci. ketika motor saya tepat berada di samping bajaj tersebut, suatu yang saya tidak harapkan muncul. bajaj tersebut tiba-tiba berbelok ke samping kanan padahal pada saat yang bersamaan saya pun berada persis di sejajar bajaj tersebut. akal saya bekerja demikian cepatnya dan berfikir apa yang akan terjadi nanti. jatuh dari motor merupakan konsekuensi logis dari benturan tersebut. dan...benar saja. saya langsung terjerembab ke aspal, helm saya mental hingga ke seberang dan berhenti tepat di depan pengendara bermotor. saya ingin bertanya pada anda, apakah benturan yang tidak saya harapkan merupakan suatu kebetulan, atau suatu kesengajaan. saya tidak memimpikan apalagi mengharapkan sebuah kemalangan. dan saya yakin semua manusia yang mengalami kemalangan di dunia ini tidak mengharapkan dirinya dalam kemalangan. lalu apa yang diharapkan dari orang yang mengalami kemalangan, pertolongan dan pengorbanan dari sesama. yap...kita lanjutkan cerita ini, helm itu dapat menghentikan salah satu kendaraan bermotor. saya bangkit dan lihat kalau tangan saya tidak normal lagi, ada pergeseran engsel. sakit, bengkak, kaku menyertainya. saya tidak melakukan sumpah serapah tatkala supir bajaj itu memacu bajajnya dan berlari meninggalkan saya tanpa memberi sedikit senyuman. saya lupakan bajaj dan supirnya, saya fokus kepada seorang pemuda yang baik hati dan berhenti untuk saya. dia sandarkan motornya, dan bergegas berlari ke arah saya. bensin sudah mulai tumpah ruah di jalan, saya khawatir dan sangat kalau saja terjadi kebakaran. lalu saya spontan meminta tolong agar motor saya dibangunkan. tanpa berucap sepatah katapun, dia segera melakukan apa yang saya ucapkan. setelah motor di standarkan, dia bergegas ke arah saya kembali, dan membopong saya untuk menepi. mungkin kaget atau sedikit shock sampai saya seperti tak kuasa untuk melangkah dan harus di papah. saya ingin bertanya pada anda, siapa yang dapat menggerakkan hati seseorang sehingga demikian tulus membantu hanya karena Allah, Dzat Yang Maha Menggerakkan Hati Nurani
sampai ditepian, saya mulai tersadar dan memeriksa pakaian yang saya kenakan, ternyata mulai dari jaket dan batik tidak ada yang terkoyak sedikitpun. hanya celana saja yang tanpak compang camping. saya mulai menghirup udara malam yang mulai menusuk paru-paru saya. pemuda itu bertanya pada saya, apa yang sakit mas? lalu saya perlihatkan kalau tangan kanan saya mulai bengkak dan engselnya bergeser. lalu dia minta saya menunggu sebentar, dia pergi sebentar untuk membelikan saya sebotol aqua. sungguh luar biasa...kepedulian, empathy, jiwanya begitu cerdas. sebotol aqua tersebut bak oase untuk saya yang dirundung malang. lalu dia berpesan kepada saya agar tidak melakukan sumpah serapah kepada supir bajaj tersebut, kasihan supir tersebut kalau sampai doa mas dikabulkan. dia yakin kalau supir bajaj tersebut pun tidak bermaksud mencelakakan orang lain. mereka orang kecil, orang susah. mereka hanya coba bertahan hidup dengan tidak mengambil kehidupan dari orang lain. berusahalah sekarang ingat Allah mas, Allah akan begitu dekat kepada orang-orang yang malang, orang-orang yang tidak ada pelindng selain Allah yang Maha Melindungi. ucapannya seakan menyentak saya, apakah selama ini saya telah melupakan Allah yang segalanya kehidupan akan kembali, yang segalanya tempat bergantung, yang segalanya sumber kekuatan itu berasal. maka kalimat:"astaghfirullahal adhim" begitu deras keluar dari mulut ini. apakah saya orang yang telah dibutakan dengan dunia dan seisinya padahal semua hanya tipu daya dan sementara. apakah saya telah melupakan tugas sebagaimana amanah yang telah Dia titipkan. semua manusia tercipta dalam keunikannya masing-masing. bukan kemauan manusia untuk itu, tapi Allahlah yang menginginkan. Dia ingin agar semua manusia hidup penuh nilai, arti dan makna. hanya manusia yang tidak mempunya hati dan jiwa saya yang tidak dapat merasakan tugasnya. pemuda itu memberikan saya wasiat, dari ini mas pasti akan semakin dekat kepada Allah, jangan lupakan sholat. mungkin pesan ini lebih tepat jangan lupakan sholat berjama'ah di masjid, dan sholat-sholat sunah.
lalu saya mencoba menghubungi hilman, adik saya agar segera menjemput saya di taman pakubuwono, saya pun tak lupa menghubungi mamah tapi saya tidak menghubungi istri saya. biarlah dia tidak mengetahui, biarlah dia lebih tenang. saya tidak ingin berbagi duka. tak lama dari itu saudara-saudara saya sampai dan menjemput saya dengan 3 motor. lalu saya tanyakan nama pemuda itu, dia bernama Rony. sosok pemuda yang punya kepedulian luar biasa, ada emphati dan nilai-nilai sosial yang agung. mungkin sosok seperti ini sudah sangat langka, tiada yang dapat aku nafikan dari anugerah yang begitu indah. sesampai di rumah, orang tua sudah menanti saya, dan bersegera untuk mengantarkan saya ke rumah H.Naim, tempat pengobatan alternatif yang memang sudah punya nama besar dalam urusan patah tulang, keseleo ataupun otot terjepit. saya diantar oleh Bang Ali, tetangga saya pensiunan PLN. sosok manusia yang sangat ringan tangannya dalam membantu orang lain.
jam 19.30 kami tiba di rumah H.Naim ysng terletak di wilayah kompleks MPR.saya mendapat nomor 13. nomor antrian yang cukup jauh terlebih tangan saya sudah tidak mau kompromi, rasanya ngilu dan sakit. tepat di sebelah saya ada seorang pemuda yang menawarkan diri nomornya. dia nomor 4, saya sangat bersukur. Allah memberikan saya kemudahan kembali. tepat pukul 20.00 barulah tabib keluar. entah spontanitas atau Allah yang menggerakan bibirnya, "nomor 4", kata itu meluncur dari kedua bibirnya.
adzan maghrib selesai berkumandang, nampak di depan saya ada sebuah bajaj yang berhenti di sebuah taman pakubuwono, saya tidak ambil pusing untuk itu, saya hanya ingin bergegas sampai rumah, istrirahat, sholat maghrib, dan membaca beberapa lembar ayat suci. ketika motor saya tepat berada di samping bajaj tersebut, suatu yang saya tidak harapkan muncul. bajaj tersebut tiba-tiba berbelok ke samping kanan padahal pada saat yang bersamaan saya pun berada persis di sejajar bajaj tersebut. akal saya bekerja demikian cepatnya dan berfikir apa yang akan terjadi nanti. jatuh dari motor merupakan konsekuensi logis dari benturan tersebut. dan...benar saja. saya langsung terjerembab ke aspal, helm saya mental hingga ke seberang dan berhenti tepat di depan pengendara bermotor. saya ingin bertanya pada anda, apakah benturan yang tidak saya harapkan merupakan suatu kebetulan, atau suatu kesengajaan. saya tidak memimpikan apalagi mengharapkan sebuah kemalangan. dan saya yakin semua manusia yang mengalami kemalangan di dunia ini tidak mengharapkan dirinya dalam kemalangan. lalu apa yang diharapkan dari orang yang mengalami kemalangan, pertolongan dan pengorbanan dari sesama. yap...kita lanjutkan cerita ini, helm itu dapat menghentikan salah satu kendaraan bermotor. saya bangkit dan lihat kalau tangan saya tidak normal lagi, ada pergeseran engsel. sakit, bengkak, kaku menyertainya. saya tidak melakukan sumpah serapah tatkala supir bajaj itu memacu bajajnya dan berlari meninggalkan saya tanpa memberi sedikit senyuman. saya lupakan bajaj dan supirnya, saya fokus kepada seorang pemuda yang baik hati dan berhenti untuk saya. dia sandarkan motornya, dan bergegas berlari ke arah saya. bensin sudah mulai tumpah ruah di jalan, saya khawatir dan sangat kalau saja terjadi kebakaran. lalu saya spontan meminta tolong agar motor saya dibangunkan. tanpa berucap sepatah katapun, dia segera melakukan apa yang saya ucapkan. setelah motor di standarkan, dia bergegas ke arah saya kembali, dan membopong saya untuk menepi. mungkin kaget atau sedikit shock sampai saya seperti tak kuasa untuk melangkah dan harus di papah. saya ingin bertanya pada anda, siapa yang dapat menggerakkan hati seseorang sehingga demikian tulus membantu hanya karena Allah, Dzat Yang Maha Menggerakkan Hati Nurani
sampai ditepian, saya mulai tersadar dan memeriksa pakaian yang saya kenakan, ternyata mulai dari jaket dan batik tidak ada yang terkoyak sedikitpun. hanya celana saja yang tanpak compang camping. saya mulai menghirup udara malam yang mulai menusuk paru-paru saya. pemuda itu bertanya pada saya, apa yang sakit mas? lalu saya perlihatkan kalau tangan kanan saya mulai bengkak dan engselnya bergeser. lalu dia minta saya menunggu sebentar, dia pergi sebentar untuk membelikan saya sebotol aqua. sungguh luar biasa...kepedulian, empathy, jiwanya begitu cerdas. sebotol aqua tersebut bak oase untuk saya yang dirundung malang. lalu dia berpesan kepada saya agar tidak melakukan sumpah serapah kepada supir bajaj tersebut, kasihan supir tersebut kalau sampai doa mas dikabulkan. dia yakin kalau supir bajaj tersebut pun tidak bermaksud mencelakakan orang lain. mereka orang kecil, orang susah. mereka hanya coba bertahan hidup dengan tidak mengambil kehidupan dari orang lain. berusahalah sekarang ingat Allah mas, Allah akan begitu dekat kepada orang-orang yang malang, orang-orang yang tidak ada pelindng selain Allah yang Maha Melindungi. ucapannya seakan menyentak saya, apakah selama ini saya telah melupakan Allah yang segalanya kehidupan akan kembali, yang segalanya tempat bergantung, yang segalanya sumber kekuatan itu berasal. maka kalimat:"astaghfirullahal adhim" begitu deras keluar dari mulut ini. apakah saya orang yang telah dibutakan dengan dunia dan seisinya padahal semua hanya tipu daya dan sementara. apakah saya telah melupakan tugas sebagaimana amanah yang telah Dia titipkan. semua manusia tercipta dalam keunikannya masing-masing. bukan kemauan manusia untuk itu, tapi Allahlah yang menginginkan. Dia ingin agar semua manusia hidup penuh nilai, arti dan makna. hanya manusia yang tidak mempunya hati dan jiwa saya yang tidak dapat merasakan tugasnya. pemuda itu memberikan saya wasiat, dari ini mas pasti akan semakin dekat kepada Allah, jangan lupakan sholat. mungkin pesan ini lebih tepat jangan lupakan sholat berjama'ah di masjid, dan sholat-sholat sunah.
lalu saya mencoba menghubungi hilman, adik saya agar segera menjemput saya di taman pakubuwono, saya pun tak lupa menghubungi mamah tapi saya tidak menghubungi istri saya. biarlah dia tidak mengetahui, biarlah dia lebih tenang. saya tidak ingin berbagi duka. tak lama dari itu saudara-saudara saya sampai dan menjemput saya dengan 3 motor. lalu saya tanyakan nama pemuda itu, dia bernama Rony. sosok pemuda yang punya kepedulian luar biasa, ada emphati dan nilai-nilai sosial yang agung. mungkin sosok seperti ini sudah sangat langka, tiada yang dapat aku nafikan dari anugerah yang begitu indah. sesampai di rumah, orang tua sudah menanti saya, dan bersegera untuk mengantarkan saya ke rumah H.Naim, tempat pengobatan alternatif yang memang sudah punya nama besar dalam urusan patah tulang, keseleo ataupun otot terjepit. saya diantar oleh Bang Ali, tetangga saya pensiunan PLN. sosok manusia yang sangat ringan tangannya dalam membantu orang lain.
jam 19.30 kami tiba di rumah H.Naim ysng terletak di wilayah kompleks MPR.saya mendapat nomor 13. nomor antrian yang cukup jauh terlebih tangan saya sudah tidak mau kompromi, rasanya ngilu dan sakit. tepat di sebelah saya ada seorang pemuda yang menawarkan diri nomornya. dia nomor 4, saya sangat bersukur. Allah memberikan saya kemudahan kembali. tepat pukul 20.00 barulah tabib keluar. entah spontanitas atau Allah yang menggerakan bibirnya, "nomor 4", kata itu meluncur dari kedua bibirnya.
Kamis, Juli 08, 2010 |
Category:
My Experience
|
0
komentar

Comments (0)